Kegiatan implementasi kesehatan bayi dan balita dilaksanakan melalui kolaborasi mahasiswa PKL Kebidanan Komunitas Program Studi D-III Kebidanan dari Posko I, Posko II, dan Posko III. Kegiatan ini difokuskan pada edukasi kesehatan bayi dan balita yang mencakup pencegahan stunting, pentingnya ASI eksklusif, pemberian MP-ASI yang tepat, serta imunisasi dasar lengkap.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bidan Koordinator Puskesmas Penana’e, Ibu Bd. Nuning Rosi’ah, S.ST., para dosen pembimbing, kader posyandu dari masing-masing wilayah, serta para ibu yang hadir bersama bayi dan balitanya. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan suasana yang interaktif, edukatif, dan penuh antusiasme dari masyarakat.
Materi edukasi disampaikan oleh mahasiswa PKL secara komunikatif dan mudah dipahami, kemudian diperkuat dengan penyampaian materi langsung oleh Ibu Bd. Nuning Rosi’ah, S.ST. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini, pemenuhan gizi seimbang, serta peran imunisasi dan ASI eksklusif dalam mencegah stunting. Materi yang disampaikan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dan memperkuat pesan kesehatan yang diterima oleh para ibu bayi dan balita.

Kegiatan ini juga melibatkan peran aktif kader posyandu dalam mendampingi peserta serta membantu kelancaran jalannya kegiatan. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan ibu-ibu dalam bertanya dan berdiskusi selama sesi edukasi berlangsung.
Sebagai bagian dari evaluasi kegiatan, dilaksanakan pretest dan posttest yang masing-masing terdiri dari 5 soal untuk mengukur tingkat pemahaman peserta sebelum dan setelah edukasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan pengetahuan yang positif, menandakan bahwa kegiatan edukasi berjalan efektif dan memberikan dampak yang baik bagi peserta.

Dalam pesannya, Ibu Bd. Nuning Rosi’ah, S.ST. menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa PKL atas inisiatif dan kolaborasi yang baik dalam melaksanakan kegiatan ini. Beliau berharap informasi yang disampaikan dapat diterapkan oleh para ibu dalam kehidupan sehari-hari serta mendorong keaktifan masyarakat dalam mengikuti kegiatan posyandu secara rutin.

Direktur Politeknik Muhammad Dahlan juga menyampaikan pesan bahwa kegiatan implementasi ini merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Beliau menekankan bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan, tenaga kesehatan, dan masyarakat sangat penting dalam mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan bayi dan balita, khususnya dalam pencegahan stunting.
Secara keseluruhan, kegiatan implementasi bayi dan balita ini mendapatkan tanggapan yang sangat positif dari masyarakat. Antusiasme peserta serta hasil evaluasi yang baik menunjukkan bahwa kegiatan ini bermanfaat dan diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi kesehatan bayi dan balita di wilayah kerja Puskesmas Penana’e

