Implementasi kegiatan penanganan permasalahan kebersihan lingkungan dan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) di Posko I (Posko Tiara) RT/RW 004/002 dilaksanakan oleh mahasiswa PKL Kebidanan Komunitas Program Studi D-III Kebidanan melalui kegiatan gotong royong bersama masyarakat setempat. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil MMD II, di mana permasalahan kebersihan lingkungan dan SPAL menjadi salah satu prioritas masalah yang perlu segera ditangani.

Kegiatan gotong royong diawali dengan koordinasi antara mahasiswa PKL dengan ketua RT serta warga setempat untuk menentukan titik-titik lingkungan yang menjadi fokus pembersihan. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi pembersihan lingkungan sekitar rumah warga, pengangkatan sampah yang menumpuk di saluran air, serta pembersihan SPAL yang tersumbat akibat endapan lumpur dan sampah rumah tangga. Mahasiswa bersama warga bekerja secara bersama-sama dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Selain kegiatan fisik, mahasiswa PKL juga menyampaikan edukasi singkat kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan fungsi SPAL yang baik dalam mencegah berbagai penyakit berbasis lingkungan, seperti diare, penyakit kulit, dan meningkatnya risiko vektor penyakit. Edukasi disampaikan secara komunikatif dan sederhana agar mudah dipahami oleh masyarakat, khususnya terkait kebiasaan tidak membuang sampah sembarangan serta pentingnya perawatan saluran air secara rutin.

Masyarakat RT/RW 004/002 menunjukkan antusiasme dan partisipasi yang sangat baik selama kegiatan berlangsung. Warga terlibat aktif dalam proses pembersihan serta memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa PKL. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat, sehingga tercipta kerja sama yang harmonis dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan lingkungan.

Melalui kegiatan implementasi ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan SPAL secara berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan keluarga, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang sangat rentan terhadap penyakit akibat lingkungan yang tidak sehat.





