Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) II dilaksanakan pada 30 Januari 2026 sebagai tindak lanjut dari hasil pengkajian lapangan yang telah dilakukan oleh mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL). Kegiatan ini bertujuan untuk memaparkan hasil tabulasi data serta prioritas masalah kesehatan yang ada di wilayah setempat.

Pada kegiatan MMD II, mahasiswa PKL memaparkan hasil tabulasi data dan prioritas masalah berdasarkan hasil pengkajian yang telah dilakukan, sekaligus menyampaikan rencana implementasi yang akan dilaksanakan sebagai upaya pemecahan masalah. Kegiatan ini mendapat apresiasi yang positif dari para tokoh masyarakat yang hadir, terlihat dari antusiasme dan partisipasi aktif selama diskusi berlangsung. Diskusi berjalan dengan lancar, interaktif, dan hidup, dengan berbagai masukan konstruktif dari peserta.

Perwakilan Dinas Ketahanan Pangan yang hadir menyampaikan bahwa upaya pencegahan dan penanganan permasalahan gizi, khususnya stunting, perlu dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat, kader, serta tenaga kesehatan. Selain itu, kader posyandu dan bidan koordinator turut aktif dalam sesi diskusi, sehingga proses penajaman masalah dan perencanaan implementasi dapat disepakati bersama secara lebih terarah dan aplikatif.

Adapun implementasi yang direncanakan oleh mahasiswa PKL meliputi implementasi mandiri sesuai dengan KK binaan yang akan dilaksanakan oleh masing-masing mahasiswa. Untuk penanganan permasalahan kebersihan lingkungan, akan dilaksanakan kegiatan gotong royong bersama warga setempat pada 31 Januari 2026.

Selanjutnya, implementasi untuk permasalahan ibu hamil dan balita akan dilaksanakan pada minggu pertama Februari, dengan fokus pada edukasi terkait balita stunting, pentingnya imunisasi, ASI eksklusif, serta pemberian MP-ASI yang tepat. Kegiatan implementasi kedua direncanakan akan dilaksanakan pada Senin, 02 Februari 2026, yang difokuskan pada edukasi ibu hamil terkait Antenatal Care (ANC), gizi, dan pentingnya yodium.
Sebagai puncak kegiatan, implementasi besar direncanakan akan dilaksanakan pada 04 Februari 2026 dengan kegiatan demonstrasi MP-ASI dan edukasi “Isi Piringku” sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemenuhan gizi seimbang.
Kegiatan MMD II ini juga dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan, yang memberikan dukungan penuh terhadap program yang direncanakan. Direktur Politeknik Muhammad Dahlan dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan MMD II merupakan wujud nyata peran mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat, serta menjadi sarana pembelajaran yang penting dalam mengasah kemampuan analisis masalah, komunikasi, dan kolaborasi lintas sektor. Beliau berharap seluruh rangkaian implementasi dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

